Pura Uluwatu

Pura yang terletak di puncak tebing ini memang mengesankan. Dibangun diatas tebing yang curam dan untuk bisa datang ke Pura Uluwatu ini bisa terasa seperti duduk di singgasana Bali. Saat matahari mulai terbenam, suasana menjadi sangat sakral dan mistis
Pura Uluwatu adalah salah satu dari sembilan Pura Kayangan Jagat di Bali (sembilan pura utama di Bali ). Meskipun sebuah candi kecil diklaim telah ada sebelumnya, berdasarkan catatan prasasti kuno, strukturnya dibangun atau diperluas secara signifikan oleh seorang bijak Jawa bernama Empu Kuturan yang hidup di abad ke-11. Dia adalah seorang Rsi/biksu/pendeta kerajaan Majapahit di Jawa, yang juga ikut mendirikan beberapa pura lain di Bali.
Resi lain yang juga berasal dari Jawa Timur, bernama Danghyang Nirartha (Danghyang Dwijendra) ditugaskan untuk membangun kuil padmasana dan beliau diklaim telah mencapai Moksha di Uluwatu. Legenda sejarah kuno menunjukkan bahwa ia mencapai titik spiritual tertinggi kesatuan dengan para dewa dengan sambaran petir dan benar-benar menghilang.
Anda dapat memasuki area candi/pura melalui dua pintu masuk yang merupakan gerbang terbelah. Mereka dikelilingi oleh beberapa patung Ganesha (berbentuk seperti tubuh manusia dengan kepala gajah). Di belakang kuil utama terdapat patung Brahmana yang menghadap ke Samudera Hindia.

blog-uluwatu-1

Lokasi Pura Uluwatu

Yang lebih luar biasa dan menakjubkan dari pura itu sendiri, walaupun tidak semenakjub pura besar lainnya di Bali, adalah lokasi puranya. Bertengger di ujung tebing curam berketinggian 70 meter di atas deru ombak laut Hindia. Ada tanjung karang yang lebih curam di kedua sisi kanan dan kiri, matahari terbenam diatas Uluwatu adalah pemandangan yang harus dilihat. Ada juga gua yang sangat indah dan curam di bawahnya dengan formasi bebatuan dan pasir putih yang mengarah ke pantai yang dekat dengan kuil. Tempat ini sangat popular dan disukai para peselancar dari seluruh dunia.
Anda dapat menonton pertunjukan Tari Kecak selama 1 jam di malam hari dari jam 6 sampai jam 7 malam dan meskipun terkadang agak ramai turis yang menonton, tetap merupakan pengalaman yang menyenangkan dan istimewa untuk datang ke sini.
Dibutuhkan sekitar satu jam untuk berkendara dari Kuta menuju Pura Uluwatu jika anda non-stop di jalanan dan tidak banyak pengunjung domestic atau asing berkunjung kesini karena mereka belum tahu nama dan tempat yang wajib mereka kunjungi di Bali. Biaya perjalanan anda akan dihargai di sepanjang jalan dengan pemandangan yang luar biasa.

blog-uluwatu-2

Harga tiket masuk Pura Uluwatu

Jika kalian ingin mengetahui harga tiket masuk di seluruh obyek wisata di Bali update 2021, silahkan klik link dibawah ini
Harga Tiket Masuk Obyek Wisata Bali 2021

blog-uluwatu-3

Waktu Terbaik Berkunjung

Ada 3 tempat parkiran mobil, parkiran yang pertama kali anda lihat adalah parkiran utama yang jaraknya agak jauh dari pura. Jika mobil anda terus berjalan (melewati parkiran ini) sampai anda menemui petugas pengecekan tiket penumpang di dalam mobil, anda diarahkan ke parkiran ke 2 dan ke 3 yg sangat dekat dengan pura. Untuk mencapai pura , pengunjung akan berjalan kaki melewati toko-toko suvenir dan warung yang menjual makanan, jagung bakar, jajanan Bali (klepon), yang menutupi setiap sisi jalan setapak menuju laut/pura. Di puncak tebing daratan, juga telah disediakan restoran untuk wisatawan.
Karena obyek wisata ini terletak pada keindahan pemandangan sunset maka waktu yang tepat dan terbaik berkunjung adalah pada pukul 17:00 Wita sudah berada di pura. Sebagian besar wisatawan (terutama bule) akan menghabiskan waktu liburan di objek wisata ini rata-rata 1 jam 30 menit. Pada jam ini pengunjung akan membludak penuh. Parkiran penuh. Setelah sunset berakhir, pengunjung akan kembali ke asalnya masing-masing secara bersamaan, anda bisa bayangkan betapa ramainya. Jalan yang menuju arah Kuta menjadi macet parah tapi untungnya yang macet hanya satu arah yang menuju ke Kuta saja karena lalu lintas dari Kuta ke Pura di malam hari sangat jarang.
Sejarah restorasi : Pada tahun 1980, sisi samping/pinggiran batu candi/karang pura ini mulai runtuh, area di sekitar dan di dalam pura mulai berbahaya. Pemerintah Jepang kemudian memberikan pinjaman kepada pemerintah Indonesia sebesar Rp 800 miliar (sekitar US$130 juta) untuk memugar, melestarikan dan merenovasi pura bersejarah serta mencelupkan beton kaki segitiga di depan pura untuk menahan hempasan ombak. Akibatnya, lebih dari sepertiga "batu karang" Tanah Lot sebenarnya adalah batu buatan yang disamarkan dengan cerdik yang dibuat selama program renovasi dan stabilisasi yang didanai dan diawasi oleh Jepang.

musim sepi pariwisata di bali

Banyak wisatawan Indonesia dan mancanegara yang tidak mengetahui kapan musim sepi kunjungan wisatawan di Bali. Hanya informasi buat anda, musim sepi kunjungan wisatawan di pulau Bali terjadi dari awal bulan Januari hingga akhir bulan April. Selain bulan itu, musim sepi di pulau Bali juga terjadi pada pertengahan bulan September hingga pertengahan bulan Desember karena bulan ini adalah musim penghujan. Ada banyak kelebihan yang wisatawan dapatkan jika liburan saat musim sepi di Bali dibandingkan liburan saat musim ramai di Bali. Keuntungannya seperti kemacetan jalan raya lebih sedikit, keramaian di tempat wisata berkurang, harga kamar hotel lebih murah serta harga sewa kendaraan pribadi atau rent car bisa ditawar sedikit.

musim ramai pariwisata di bali

Musim ramai kunjungan wisatawan di pulau Bali terjadi pada bulan Juni, Juli, Agustus, akhir bulan Desember serta minggu awal bulan Januari. Saat musim ramai di pulau Bali, lalu lintas jalan raya sangat padat dan macet, tempat wisata di Bali sangat ramai. Selain itu, harga kamar hotel lumayan mahal jika anda bandingkan harga kamar hotel saat musim sepi. Apalagi dengan dibangunnya jalan tol Jakarta - Banyuwangi maka jumlah kendaraan pribadi berplat luar di Bali bisa meningkat 3x lipat.

Kami menyediakan sewa mobil + sopir + BBM dg harga Rp 450,000/10 jam
Adapun tour program yang anda dapatkan ada dibawah ini, silahkam di klik
Tour Pura Uluwatu